Cerpenmbar
Memory Sang Tawon
Handle pintu berbunyi, nampak tergerak meski pintu tak kunjung terbuka. Seorang anak masih bertahan membuka pintu yang terasa berat ditangan kecilnya.
Muka capek dan lusuh setelah bermain dari pagi sedikit berbeda hari itu. Saat pintu berhasil terbuka, ternyata sang Bapak sedang bangkit dari singgasana untuk menuang bancuhan teh dari teko kuning kegemarannya. Melihat sang anak dengan muka mengernyit, "Apa lagi!" suaranya menggelegar. Keras tak berempati.
Si kecil hanya menahan bibir, tak berani bersuara. Berjalan lagi, tertatih mencari sumber suara Emaknya yang terdengar sedang berbincang disudut dapur kayu.
Hanya sekelibat air mata hampir tertumpah disudut mata.
Emak menoleh mengikuti sudut mata Simbah penimba air sumur yang bergerak melihat ke arah pintu dapur. Melihat ada yang berbeda dari si Bocah, dengan nada khawatir Emak memapah dan bertanya, "Ada apa?"
Entah rengekan atau tangisan yang terkeluar siang itu. Si Bocah masih bertahan untuk tidak menjerit saat Simbah mengoleskan kunyahan bunga matahari dikaki. Hanya cukup dengan menyadari, ada sepasang mata yang mengawasi dari pintu dapur dia bertahan menjadi kuat. Hingga beberapa hari kemudian kaki si Bocah membengkak dan berlobang karena sengatan tawon.
Tamat...
#butterdaisy #melampodium #bungamataharikecil #polistescarolina #scarybees #tawon
Komentar
Posting Komentar